Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2011

UU INTELIJEN SEBAGAI ALAT LEGITIMASI PENGUASA UNTUK MEMERANGI RAKYAT.


Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang Intelijen dalam rapat paripurna hari ini, Selasa, 11 Oktober 2011, meski berbagai kontroversi masih menyelimuti rancangan undang-undang ini. (tempointeraktif.com, 11/10/2011))

Jumat, 25 Februari 2011

Kerusuhan Bentukan AS Untuk Ciptakan "Timur Tengah Baru"

MANAMA (Berita SuaraMedia) – Kerusuhan yang melanda negara-negara Arab dan mengakibatkan jatuhnya dua rezim pemerintahan di Tunisia dan Mesir adalah bagian dari proyek strategis rancangan Amerika Serikat yang diberi nama "Timur Tengah Baru," demikian kata seorang deputi asal Bahrain.

Istilah "Timur Tengah Baru" tersebut diperkenalkan pada 2006 oleh mantan Menteri Luar Negeri AS Condoleeza Rice. Para analis mengatakan, proyek tersebut menegaskan kebijakan Washington di kawasan yang luas, termasuk negara-negara Arab dan Asia Tengah.

Senin, 14 Februari 2011

Wikileaks Sebut Pemimpin Dewan Militer Mesir sebagai Pudel Mubarak

Mohammed Hussein Tantawi kini menjadi orang paling menentukan di Mesir. Menteri Pertahanan ini adalah salah satu jenderal dari beberapa jenderal yang mendesak Presiden Hosni Mubarak mundur. Kini ia memimpin Dewan Tertinggi Militer Mesir, sebuah dewan yang mengambil alih kekuasaan Mubarak.

Bagi Amerika, marsekal berusia 75 tahun ini adalah pemimpin militer yang pro Barat. Mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen mengatakan ia pernah bekerja sama dengan Tantawi di Pentagon. Ia telah menduduki panglima angkatan bersenjata dan sekaligus menteri pertahanan sejak 1991. “Pertanyaanya adalah apakah ia akan terus menjadi kepala militer atau akan meneruskan ke generasi muda?” tanya Cohen.

Revolusi Mesir ‘Menular’ ke Yaman, Aljazair, dan Iran

Revolusi Mesir mulai menular ke beberapa negara lain. Dalam dua hari terakhir, gelombang demonstrasi menghangatkan Yaman, Aljazair, dan Iran, menuntut mundur penguasa. Di Yaman, misalnya, sekurangnya seribu orang berjalan menuju istana presiden di Kota Sanaa menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatan.

Sehari sebelumnya, demo yang diikuti sekitar 2.000 orang juga menggoyang Yaman. Tuntutan mereka sama, yakni Presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya setelah berkuasa selama tiga dekade. “Kami ingin rezim jatuh. Revolusi di Yaman, setelah Revolusi Mesir,” teriak para demonstran. Dalam demo ini, bentrokan demonstran dengan polisi tak terelakkan. Puluhan pendemo ditangkap di Sanaa dan Kota Taiz.

Sabtu, 12 Februari 2011

Terkait Ahmadiyah, Ormas Islam Nilai SBY Tidak Fokus Pada Akar Masalah

Jakarta, mediaumat.com- Terkait masalah bentrok Ahmadiyah, sejumlah Tokoh ormas Islam menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tegas dan tidak fokus kepada akar permasalahan.


Kekerasan dalam setiap bentrok antara warga dengan Jamaah Ahmadiyah sebenarnya hanyalah akibat. Sedangkan penyebabnya adalah penistaan yang dilakukan oleh Jamaah Ahmadiyah terhadap ajaran pokok Islam. Ahmadiyah mengaku sebagai bagian dari umat Islam tetapi meyakini Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW. Jelas itu bertentangan dengan ajaran pokok Islam yang menyatakan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir.

Jumat, 11 Februari 2011

PELAJARAN DARI TUNISIA DAN MESIR

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi

Sejak tumbangnya rezim Zine Al-Din ben Ali di Tunisia, pergolakan politik yang hangat kemudian menjalar ke negeri-negeri Islam lainnya seperti Yordania, Yaman, dan Mesir.

Ada pelajaran-pelajaran penting yang dapat kita tarik dari fenomena ini. Pelajaran ini sebagiannya merupakan fenomena positif, yakni sesuatu yang baik dan menjadi harapan kita. Namun sebagiannya negatif, yakni menunjukkan kelemahan dan penyimpangan dari norma Islam ideal.

Kamis, 03 Februari 2011

Revolusi Mesir


Revolusi Mesir - Terjawab sudah siapa yang berada di balik revolusi yang bertujuan menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pihak itu tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat (AS).

Skenario itu telah disusun Washington dengan bertema “perubahan rezim” selama tiga tahun terakhir. Skenario itu sangat matang hingga meledak setelah kesuksesan Revolusi Melati yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali.

Harian Daily Telegraph terbitan Inggris menyebutkan, AS diam-diam mendukung para pemimpin gerakan revolusi Mesir. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kairo pernah membantu seorang anak muda anti-pemerintah untuk menghadiri konferensi para aktivis AS.

Selasa, 25 Januari 2011

INDONESIA, THE FAILED STATE (NEGARA YANG GAGAL)

Sangat menarik kategorisasi negara bangsa (nation state)  yang dikutip Imam Cahyono dari Stoddar.  Menurutnya, ada 4 (empat) kategori negara-bangsa: kuat; lemah (weakstate); gagal (failedstate); dan runtuh (collapsedstate). Negara lemah merupakan calon potensial kegagalan negara. Adapun negara gagal atau hancur merupakan tahap akhir dari kegagalan negara. Sebuah negara gagal apabila gagal memenuhi kebutuhan rakyatnya dengan baik. Bagaimana sindrom negara yang gagal itu antara lain bisa dilihat dari beberapa indikator sosial, ekonomi, politik, maupun militer. Sindrom negara gagal antara lain: keamanan rakyat tidak bisa dijaga, konflik etnis dan agama tak kunjung usai, korupsi merajalela, legitimasi negara terus menipis, pemerintah tidak berdaya dalam menghadapi masalah dalam negeri, dan rawan terhadap tekanan luar negeri. (Kompas, 9/6/2005).  Sementara itu, menurut Noam Chomsky (2006) dalam Failed States: The Abuse of Power and the Assault on Democracy, setidaknya ada dua karakter utama atau dua kategori yang membuat negara tertentu dapat disebut sebagai negara gagal. Pertama, negara yang tidak memiliki kemauan atau kemampuan melindungi warga negara dari berbagai bentuk kekerasan, dan bahkan kehancuran. Negara tersebut tidak dapat menjamin hak-hak warga negaranya, baik di tanah air sendiri maupun di luar negeri.

Kamis, 20 Januari 2011

KEPADA PENGUASA DIKTATOR DEMOKRASI : SAATNYA LENGSER SEBELUM DI LENGSERKAN.

Tergulingnya rezim diktator Tunisia Jenderal Zine El Abidine Ben Ali  dari kursi kekuasaannya pada hari sabtu (15/1), telah menjadi perbincangan hangat yang mewarnai media elekronik sperti TV, Radio, demikian juga situs-situs di seluruh dunia dan terutama di  Timur Tengah. Peristiwa tersebut tentunya memberikan sebuah tekanan sekaligus menimbulkan ketakutan-ketakutan kepada penguasa dictator negeri-negeri kaum Muslim lainnya yang selama ini menjalankan pemerintahannya dengan tangan besi, tangan mereka berlumuran darah dengan para pembela Islam demi melayani dan memuaskan para penjajah. 

Sebagaimana yang kita ketahui penguasa Tunisia melarang wanita Muslimah mengenakan jilbab di tempat umum. larangan itu telah diintensifkan; polisi akan menghentikan wanita di jalanan untuk memintanya menanggalkan jilbab itu lalu menandatangangi surat sumpah yang menyatakan bahwa mereka takkan mengenakannya lagi.

Minggu, 24 Oktober 2010

Gerakan Mahasiswa: Antara Intelektualitas dan Anarkis.

Ekpresi jalanan yang dilakukan oleh organ-organ pergerakan Mahasiswa untuk menumpahkan kejengkelan terhadap ketidakbecusan penguasa dan sistemnya dalam mengelola dan menata kehidupan negeri ini yang berujung pada adegan-adegan brutal dan penutupan jalan sebagaimana yang dilakonkan oleh sebagian Mahasiswa Makassar. Aksi tersebut mendapatkan tanggapan secara beragam dari masyarakat, ada yang pro dan kontra, namun lebih banyak yang kontra. Maka untuk itulah saya ingin mendalami persoalan tersebut secara proporsional sehingga tidak terkesan menghakimi dan mengadili salah satu pihak. Karena tentunya dalam nalar kita semua menginginkan yang terbaik untuk Islam dan bangsa ini.

Pertama-tama saya ingin mengemukakan beberapa factor yang menjadi alasan aksi-aksi Mahasiswa selalu berujung pada aksi brutal, pengrusakan fasilitas umum dan penutupan Jalan ,antara lain:

1. Tebalnya tembok yang menjadi sumbatan bagi kawan-kawan Mahasiswa untuk menyampaiakn aspirasinya sehingga melakukan cara-cara yang dapat mengusik penguasa agar memperhatikan mereka, maka pada titik ini penguasa gagal total menjalankan perannya sebagai pelayan umat sehingga bukan hanya mahasiswa yang harus mengevaluasi cara-cara penyampaian aspirasinya namun lebih dari itu penguasa harus lebih peka terhadap berbagai kegelisahan-kegelisahan terutama dari arus bawah.
2. Pada dasarnya bahwa gerakan perlawanan yang berujung pada bentrokan fisik adalah eksprsi letupan kejengkelan terhadap penguasa dan sistemnya karena mereka merasa berjalan pada jalur yang benar padahal sangat tampak dan telah diketahui secara umum adegan-adegan rekayasa terhadap berbagai kasus seperti, Terorisme, Bank Century, Kriminalisai KPK, Kasus Mafia Pajak, Setgab )sekretaris Gabungan, konflik perbatasan Indonesia-Malaysia serta Jaksa Agung. Adegan-adegan kotor yang dilakonkan oleh penguasa tersebut semakin menimbulkan rasa muak dari Masyarakat khususnya yang memahami persolaan dan peduli terhadap kondisi yang ada yaitu mahasiswa.
3. Boleh jadi ekspresi jalanan yang dilakukan oleh Mahasiswa selama ini khususnya Mahasiswa Makassar sengaja ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu untuk mereduksi pergerakan Mahasiswa dengan melakukan provokasi-provokasi apalagi Mahasiswa Makassar sangat mudah untuk tersulut. Dengan berhasilnya stigmatisasi gerakan mahasiswa yang identik dengan kekerasan maka tentunya akan melunturkan kepercayaan dari Masyarakat terhadap Mahasiswa sebagai agent of change dan sosiaf of control.
4. Ketidakjelasan konsep tentang perubahan yang hendak dituju serta metodologi dan cara untuk mewujudkannya sehingga dalam bergerak cenderung “meraba-raba”, maka dalam menyampaikan aspirasinya ketika sudah tidak di gubris oleh penguasa yang ada maka cara yang paling instan untuk dilakukan agar mereka disorot adalah dengan skenario chaos.

Terlepas dari berbagai alasan yang menjadi sebab terjadinya aksi brutal Mahasiswa setiap kali melakukan ekspresi jalanan, maka kita perlu melakukan koreksi secara total apakah layak untuk mengaminkan adegan-adegan brutal tersebut? maka setidaknya ada tiga pendekatan yang bisa digunakan untuk mengoreksinya,yakni:

1. Pendekatan Intelektual , mahasiswa adalah orang-orang yang telah dimandat oleh masyarakat sebagai kaum intelektual. Gelar tersebut bukan hanya sebatas penyematan kehormatan saja namun secara objektif Mahasiswa cenderung berpikir secara objektif dan kritis serta dari sisi potensi usia mereka adalah usia yang produktif dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap problematika kehidupan yang ada. Untuk itulah amanah sebagai Insan intelektual muda harus tetap dijaga. Pertanyaan kemudian adalah apakah aksi-aksi yang berujung pada tindakan brutal, merusak fasilitas umum serta penutupan jalan adalah tindakan yang terkategori sebagai aktivitas intelektual? Maka pada titik ini cara-cara yang tidak elegan tersebut justru mengkhianati prinsip-prinsip intelektual itu sendiri
2. Pendekatan strategi, menjadikan masyarakat sebagai korban sebab aktivitas mereka terganggu sehingga gerakan perlawanan dengan tujuan membela kepentingan masyarakat justru mendapatkan cacian dari masyarakat itu sendiri, padahal seharusnya merapatkan barisan dengan masyarakat sehingga aksi tersebut akan memiliki pengaruh yang kuat. Demikian juga Beroposisi dengan Polisi maupun TNI adalah pilihan yang tidak tepat sebab mereka terkategori sebagai variable-varible perubahan itu sendiri, sehingga pilihan untuk beroposisi dengan mereka justru semakin mempersulit dan mempersempit gerakan itu sendiri, maka pada titik ini kita bisa mengatakan adalah sebuah kesalahan strategi.
3. Pendekatan normative, tentunya ini adalah masalah prinsip karena berkaitan dengan landasan bagi setiap organ perubahan dalam bergerak, maka sebagai gerakan yang telah menjadikan Islam sebagai landasaan ideologisnya baik konsep, metodologi, cara maupun strategi harus tetap dalam jalur Islam.

Rasulullah saw bersabda: “Iman itu memiliki 60 sampai 70 cabang, yang paling utama ialah pernyataan ‘Laa ilaaha illallah’. Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman,” (Muttafaq ‘alaih).

Jadi sangat jelas bahwa ekspresi jalanan yang berujung pada adegan-adegan brutal, pengrusakan fasilitas umum dan penutupan jalan sangat bertentangan dengan Islam, maka siapapun baik individu maupun kelompok dalam bergerak harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam.

Maka saatnyalah Mahasiswa tampil secara elegan dalam bergerak, mempersiapkan segala perangkat-perangkat perubahan serta mengajak seluruh variable-variable perubahan untuk bergerak bersama-sama melakukan perubahan. Perlu diingat bahwa bukan hanya sekedar terjadinya perubahan dengan pergantian rezim, namun memerlukan kalkulasi secara mendalam sehingga perubahan itu sendiri bisa memberikan jawaban terhadap problematika kehidupan yang ada. Secara historis orde lama telah gagal demikian juga orde baru dan orde reformasi sebagaimana yang telah berlangsung saat ini justru semakin mengantarkan perjalanan bangsa menuju collaps, maka satu-satunya harapan perubahan adalah orde Revolusioner (ganti rezim dan sistem) yaitu dengan syariah Islam dalam naungan Institusi Negara Khilafah. Wallahu A’lam Bish-shawab
Oleh : Alex Saifullah, KORWIL BKLDK Sulawesi Selatan Dan Barat

Jumat, 13 Agustus 2010

NAGARA AMERIKA SERIKAT DIBANGUN DARI EMAS PAPUA


Oleh: Subhan Hassannoesi
Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majlis Muslim Papua ( MMP )


Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.
http://berita.liputan6.com/progsus/200209/41945/class=%27vidico%27

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.


Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!


Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan lading uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran senidir telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.

http://arki-papua.blogspot.com/2010/01/negara-amerika-dibangun-dari-emas-papua.html


Rabu, 04 Agustus 2010

FAKTA FAKTA KEUNGGULAN ISLAM, KHILAFAH ISLAMIYAH MENGUASAI DUNIA


Ternyata tidak sedikit yang pada awalnya menyangsikan kemampuan Islam sebagai solusi.

Gema untuk kembali melanjutkan kehidupan islam semakin menguat disegala lini. Keinginan yang disuarakan oleh para ‘aktivis mahasiswa yang tercerahkan lulusan selasar masjid kampus di masa-masa yang lalu, sekarang telah disambut dan disuarakan pula oleh masyarakat umum, para akademisi, ulama, pengusaha dan kaum intelektual lainnya. Bahkan, dengan dakwah yang dibarengi hikmah dan hujjah yang kuat dari sumber pemikiran islam, kalangan militer pun sudah mulai terlihat dukungannya untuk menjadikan Islam sebagai solusi dari permasalahan bangsa ini. Dari anak-anak hingga orang yang sudah senja.

Kaum muslimin di segala lini tadi dan mendukung islam sebagai solusi alternative untuk keluar dari krisis multidimensi saat ini, ternyata tidak sedikit yang pada awalnya menyangsikan kemampuan Islam sebagai solusi. Bahkan ada yang pada awalnya menentang gagasan islam (syariat islam) sebagai solusi masalah manusia yang semakin hari semakin parah ini. Dari beberapa obrolan dengan para pejuang syariah ini – dari ulama, pengusaha hingga rakyat jelata- penulis mendapatkan informasi, mereka dulu kurang respon dalam memperjuangkan syariat islam sebagai solusi permasalahan bahkan mendiskreditkan para pejuangnya dikarenakan kekurangfahaman mereka tentang konsep islam yang syumuliyah, serta ketertutupan mereka untuk membuka diri terhadap informasi baru atau pandangan baru.

Persepsi yang selama ini terbangun, islam adalah sholat, zakat, puasa, shaum, haji dan sedikit istilah bisnis. Imbasnya, mereka memandang islam ini sebagai sesuatu yang ‘kecil’. Padahal islam adalah agama yang besar dan mempunyai sejarah yang luar biasa dan mulia apalagi kalau dibandingkan dengan peradaban lain. Kalau orang benci kepada islam pasti kejelekan yang disampaikannya, namun mari kita lihat sisi lain dan tepat dalam memandang islam.
Berikut gambaran singkat ketika Khilafah Islamiyah menguasai Dunia :

1. Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925 H/1519 H) kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman Inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia

2. Surat ucapan terima kasih dari Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggris (abad 18)
3. Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)

4. Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865)

5. Khalifah membuat peraturan bebas cukai bagi barang bawaan orang-orang Rusia yang mencari eksil ke Wilayah khalifah Utsmani pasca Revolusi Bolschevik (25 Desember 1920).

6. Pasukan khilafah Turki Utsmani tiba di Aceh (1566-1577) termasuk para ahli senjata api, penembak dan para teknisi. untuk mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka

7. Standar gaji guru yang mengajar anak-anak pada masa pemerintahan Umar bin Khattab sebesar 15 Dinar (1 dinar = 4,25 Gram Emas) atau setara 5.700.000,- rupiah dan diikuti oleh para khalifah berikutnya.

8. Di Bagdad berdiri Universitas al Mustanshiriyyah, Khalifah Hakam bin Abdurrahman an Nashir mendirikan Univ. Cordoba yang menampung Mahasiswa Muslim dan Barat. Gratis

9. Para khalifah mendirikan sarana umum untuk sarana pendidikan berupa perpustakaan, auditorium, observatorium dll

10. Ja’far bin Muhammad (940 M) mendirikan perpustakaan di Mosul yang sering di kunjungi para ulama baik untuk membaca atau menyalin. Pengunjung perpustakaan mendapat segala alat yang diperlukan (pena, tinta, kertas dll) secara gratis

11. Mahasiswa yang secara rutin belajar di perpustakaan diberikan pinjaman buku secara teratur

12. Pada masa Khilafah Islam abad 10 M. Seorang ulama Yaqut ar Rumi memuji para pengawas perpustakaan di kota Mer Khurasa karena mengizinkan peminjaman sebanyak 200 buku tanpa jaminan apapun per-orang.

13. Para khalifah memberikan penghargaan sangat besar terhadap para penulis buku, yaitu memberikan imbalan emas seberat buku yang ditulisnya.

14. Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky (Abad XI Hijriyah) mendirikan Madrasah an Nuriyah di Damaskus, di sekolah in terdapat fasilitas seperti asrama siswa, perumahan staff pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruanga besar untuk nceramah dan diskusi.

15. Sultan Muhammad I (1416 M) melakukan sensus pertanahan, registrasi berjalan hingga abad 17, jumlah dokumen di pusat arsip ini ada sekitar 1500 ton, meliputi wilayah dari afghanistan sampai Maroko, dari smenanjung Krim di Rusia sampai Sudan

16. Pada masa Khalifah Umar Ibn Al Khattab, beliau membangun Dar Ad Daqiq (gudang tepung) di berbagai kota dan rute perjalanan yang biasa ditempuh musfir, penuntut ilmu dan para saudagar. Siapa saja diantara mereka yang kehabisan bekal dalam perjalanannya, boleh mengambil bagiannya dari lumbung tersebut tanpa dipungut biaya

17. Khalifah Walid ibn ‘Abdul Malik membuat kebijakan dengan memberikan kepada setiap orang jompo dan orang-orang cacat/buta seorang pelayan untuk membantu mereka menjalankan kehidupannya sehari-hari.

18. Masa khalifah bin Abdul Aziz, tidak seorangpun yang dipandang berhak menerima zakat. Beliau sampai harus memerintahkan para pegawainya berkali-kali untuk menyeru di tengah-tengah masyarakat ramai, kalau-kalau di antara mereka ada yang membutuhkan harta, namun tidak ada seorangpun yang memenuhi seruannya

19. Pada masa beliau pula tidak ada satu orangpun penduduk Afrika yang mau mengambil harta zakat

20. Gaji para pegawai Negara hingga ada yang mencapai 300 dinar (1275 gram emas) atau setara 114.750.000,- rupiah

21. Masa al Hakim bin Amrillah, di Kairo, khilafah membangun 20.000 unit kios untuk disewakan kepada para pedagang dengan harga yang murah

22. Negara juga membangun perumahan untuk rakyat dan bangunan-bangunan besar yang dilengkapi dengan suply air, dengan menyediakan 50.000 ekor unta untuk mendistribusikan air ke perumahan-perumahan rakyat

23. Khalifah Sultan Abdul Hamid (1900) berhasil membangun jaringan kereta api Hijaz dari Damaskus ke Madinah dan dari Aqaba ke Maan

24. Pada masa beliau juga dibangun jaringan fax/telegraph antara Yaman, Hijaz Syiria, Irak dan Turki; lalu jaringan tersebut dihubungkan dengan jaringan fax India dan Iran, semua jaringan diselesaikan hanya dalam waktu 2 tahun

25. Bani ibn Thulun di Mesir memiliki Masjid yang dilengkapi dengan tempat-tempat mencuci tangan, lemari tempat menyimpan minuman, obat-obatan dan dilengkapi dengan ahli pengobatan (dokter) untuk memberikan pengobatan gratis

26. Khalifah Bani Umayyah banyak membangun Rumah Sakit yang disediakan untuk orang yang terkena Lepra dan Tuna Netra

27. Bani Abbasyiah banyak mendirikan Rumah Sakit di Bagdad, Kairo, Damaskus dan mempopulerkan Rumah Sakit keliling.

28. Ar Razi orang pertama yang mengidentifikasi penyakit cacar dan campak dan menggeluti bidang operasi

29. Ibnu al-Haitsam ahli optik yang menemukan perbandingan antara sudat pemantulan (refleksi) dan pembiasan (refraksi)

30. Surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil ke Khalifah (30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H)

31. Pemberian izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865.

32. Pemetaan bumi (informasi alam, hasil bumi, dan barang tambang) dimulai abad IX oleh al Muqaddisi (Abu Abdulah – 985 M) sehingga tersusun ensiklopedi sederhana mengenai ilmu bumi.
33. Masa Khalifah al Makmun (abad XI Masehi) al Khawarizmi dan 99 orang asistennya membuat peta bumi sekaligus peta langit (peta dengan menggunakan petunjuk bintang), pada saat yang sama bangsa eropa masih berkeyakinan bumi itu datar.

34. Al Khawarizmi menerbitkan bukunya yang termahsyur “Hisab al Jabar wa al Muqabalah” diterjemahkan ke Bahasa Latin dan menjadi rujukan/referensi Barat .

35. Al Battani (858-929 M) ahli dalam al jabar yang digunakan dalam ilmu ukur sudut, menguraikan persamaan sin Q/cosQ dan menjabarkan lebih lanjut formulasi cos a = cos b cos c + sin b sin c cos a pada sebuah segitiga.

36. Abu al Wafa’(940-998) pakar matematik yang mengungkapkan teori sinus dalam kaitannya dengan segitiga bola, dan orang pertama menggunakan istilah tangent, cotangent, secant dan cosecant dalam ilmu ukur sudut.

37. Jabir ibn Aflah (wafat 1150 M) dikenal barat dengan Geber, orang pertama yang menyusun formulasi cos B = cos b sin A, cos C = cos A cos B.

38. Al Kindi (abad IX M) pakar Fisika yang menguraikan hasil eksperimen tentang cahaya, karyanya tentang fenomena optic diterjemahkan ke Bahasa Latin yang memberikan pengaruh besar dalam proses pendidikan Roger Bacon.

39. Ibnu Haytam (965-1039 M) di barat dikenal dengan alhazen, pakar dalam bidang optic dan pencahayaan, 200 judul buku tentang optic dan pencahayaan dinisbatkan kepada beliau. Teorinya lebih dulu ada 5 abad sebelum teori yang sama dikeluarkan Torricelli. Beliau pula yang mulai melakukan eksperimen tentang gravitasi bumi jauh sebelum Newton merumuskan teorinya tentang gravitasi bumi.

40. Badi’uz Zaman Ismail (al Jazari – awal abad XIII) membahas tentang mekanika dituangkan dalam buku yang berjudul Kitab fii ma’rifah, diuraikan didalamnya berbagai fenomena mekanika sederhana yang menjadi dasar bagi para sarjana modern dalam menyusun ilmu mekanika modern.

41. Baghdad, Cairo, Cordova dll telah dibangun perkebunan (Botanical Garden) tempat untuk melakukan eksperimen para intelektual muslim.

42. Abu Zakaria Yahya (Abad XI M) Pakar pertanian, menulis buku tentang pertanian berjudul Kitab al Falahah.

43. Abu Ja’far al Qurthubi (1165 M) menyusun buku yang berisi seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai di daerah Andalusia dan Afrika Utara, setiap nama tumbuhan diberi nama Arab, Latin dan Barbar.

44. Ibn Baythar (1248 M) melakukan eksperimen tentang rumput-rumputan dan berbagai jenis tumbuhan , kemudian menyusun 2 buah buku yang kemudian diterjemahkan ke Bahasa latin pada tahu 1759 di Cremona.

45. Kaum Muslim turut memberikan andil bagi para pakar tumbuhan dan menyediakan informasi yang amat berguna mengenai sekitar 2000 jenis tumbuhan tumbuh-tumbuhan yang sebelumnya belum dikenal.

46. Al Jahir pakar zology menulis buku berjudul Kitab al Hayawan yang menjelaskan anatomi sederhana, makanan, kebiasaan hidup, serta manfaat yang dapat diperoleh dari berbagai jenis hewan.

47. Ad Damiri (1405 M) pakar zologi asal Mesir.

Ini hanya sedikit dari peradaban Islam yang luar biasa. Untuk lebih jauh mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang peradaban islam, saya anjurkan beberapa referensi dibawah ini untuk anda cicipi di sisa-sisa umur anda.[]

[ Ibnu Khaldun Aljabari,16 Syawal 1429 H]

Minggu, 25 Juli 2010

Sehelai Kain Mengguncang Peradaban Barat


Semangat anti Islam terus di kumandangkan oleh Barat terhadap Islam dan kaum Muslimin khususnya Eropa. Setidaknya kita bisa melihat dari upaya-upaya untuk berusaha melarang penggunaan simbol-simbol yang berkaitan dengan Islam seperti Pelarangan Jilbab disekolah-sekolah, Kampanye anti menara Masjid. Sampai pelarangan Niqab.

Parlemen Dewan Perwakilan Perancis akhirnya menyetujui kebijakan pelarangan jilbab Islam seperti
burqa pada Selasa (13/07) sebuah gerakan yang sangat terkenal di antara para pemilih Perancis meskipun terdapat kekhawatiran yang serius dari kelompok Muslim dan pendukung hak-hak asasi manusia.

Terdapat 336 pemilih untuk rancangan undang-undang tersebut dan hanya satu yang menentangnya di dalam Majelis Nasional. Sebagian besar anggota dari kelompok oposisi utama, Partai Sosialis, menolak untuk berpartisipasi dalam pemilihan tersebut – walaupun mereka mendukung pelarangan tersebut, mereka memilki banyak perbedaan dengan presiden dari Partai Konservatif Nicolas Sarkozy atas beberapa aspek dari rancangan undang-undang tersebut. (www.suaramedia.com 14/07/2010)

Denmark juga ikut melarang pemakaian burka dan niqab. Perdana Menteri Denmark, Lars Loekke Rasmussen, mengatakan busana perempuan muslim yang menutup hampir seluruh tubuh, kecuali mata, tidak punya tempat dalam masyarakat Denmark. Rasmussen mengatakan, pemerintahannya
yang berhaluan tengah-kanan sedang mencari cara untuk membatasi pemakaian burka dan niqab tanpa melanggar konstitusi negara Skandinavia tersebut seperti di kutip laman The Herald Sun, Rabu 20 Januari 2010.

Larangan Burqa dan niqab makin meluas di Eropa. Setelah Prancis, Denmark dan Belanda, Belgia juga akan menerapkan kebijakan yang sama. Komite Dalam Negeri di Parlemen Belgia sudah melakukan voting untuk menerapkan larangan cadar di tempat-tempat umum di seluruh wilayah negara itu.

Pertanyaannya kenapa Eropa begitu murka dengan penggunaan busana Muslimah? Bukankah mereka menganut prinsip-prinsip kebebasan yang memberikan ruang kepada individu untuk mengatur mengenai hal-hal yang sifatnya privasi? Padahal jumlah populasi Muslimah yang menggunakan Niqab dan Burqa sangatlah kecil sehingga sangat tidak relevan dan proporsional ketika lembaga eksekutif maupun legislatif begitu gelisah dengan hal tersebut.

Bahkan menurut sebuah laporan dari University of Copenhagen mengenai jumlah pemakai burka di Denmark dipublikasikan. Jumlah perempuan pemakai burka disebutkan sangat jarang. Sedangkan perempuan muslim pemakai niqab ada sekitar 100 hingga 200 orang. Demikian halnya Prancis merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di Eropa. Di sini terdapat sekitar 5 juta muslim di antara 64 juta penduduk Prancis. Tapi dari  berbagai penelitian, jumlah wanita pemakai burqa/niqab hanya 1900 orang. Di Belgia menurut data pemerintah , jumlah perempuan yang mengenakan cadar antara 300 dan 400 perempuan, sementara jumlah Muslim secara keseluruhan diperkirakan mencapai 281 ribu orang muslim, atau di atas 3 persen dari populasi Belgia.

Sesungguhnya apa yang terjadi di Barat adalah terlalu lugu kalau hanya sekedar memaknai sebagai pelarangan Jilbab, pelarangan Menara Masjid dan pelarangan Burqa (niqab), namun sesungguhnya adalah bentuk pengejewantahan dari perang antar peradaban (clash of civilization) yang jauh sebelumnya telah di prediksikan oleh Samuel Huntington ahli Futuristik Amerika Serikat dalam bukunya The Clash Of Civilization yang dengan tegas mengatakan bahwa musuh sesungguhnya Kapitalisme di masa yang akan datang adalah revivalisme Islam.

Barat mulai menyadari tentang revivalis Islam sehingga menimbulkan ketakutan yang luar biasa. Tindakan-tindakan nyata yang dilakukan Eropa dan warganya merupakan bentuk dari ketakutan terhadap Islam. Sebagai Contoh masalah itu bisa kita lihat dalam kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan berjilbab asal Mesir di pengadilan Jerman. Marwah Al-Sherbini mengadu ke pengadilan Dresden menjadi korban aksi kekerasan berbau rasis seorang lelaki Jerman. Tragisnya, perempuan berjilbab itu justru dibunuh dengan 18 kali tusukan pisau saat sidang pengadilan tengah berlangsung. Ironisnya lagi, pemerintah dan kalangan media massa Jerman justru berupaya menutup-nutupi peristiwa mengenaskan tersebut. Syahid Jilbab asal Mesir itu terbunuh saat ia hamil sementara suaminya yang berupaya menyelamatkan sang istri justru menjadi sasaran tembakan polisi.

Untuk itulah kaum Muslimin harus menyadari tentang adegan-adegan yang sedang dilakonkan dan dipertontontakan oleh Barat, bahwa sesungguhnya mereka sedang menabu genderang perang terhadap Islam dan Kaum Muslimin, maka kita pun harus menyambutnya dengan membangun kekuatan dan persatuan dalam Insitusi Negara khilafah. Hanya dengan Khilafah sebagai sebuah institusi Adidaya umat Islam yang mampu meladeni tantangan tersebut, sekaligus menghancurkan Insitusi peradaban barat. Dengan keberadan Khalifah ditengah-tengah Umat yang akan membela dan menjaga kehormatan kaum Muslimin. Sejarah telah mencatat ketika seorang wanita Muslimah yang dinodai kehormatannya oleh tentara Romawi, kemudian wanita Muslimah tersebut berteriak memanggil wahai Al Mu’Tasim dimanakah engkau? Panggilan tersebut akhirnya sampai ke telingah Khalifah Al Mu’tasim Billah seketika itu juga meresponnya dengan mengirimkan pasukan dan beliau sendiri yang memimpinnya untuk membela kehormatan wanita Muslimah tersebut dimana kepala pasukan sudah sampai di kota Amuria sedangkan ekornya masih di Bagdaq, dan akhirnya berhasil membunuh 30.000 Pasukan Romawi serta kota Amuria berhasil ditaklukkan. Allahu Akbar. (Saifullah Korwil BKLDK Sulawesi Selatan & Barat)

http://dakwahkampus.com/artikel/pemikiran/1128-sehelai-kain-mengguncang-peradaban-barat.html

Senin, 02 November 2009

Penulis Rusia dan Amerika: Khilafah Akan Kembali Tegak!

HTI-Press. Keyakinanan akan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah tidak hanya diyakini oleh para pejuang penegak Khilafah saja. Para penulis Barat juga meramalkan Khilafah akan kembali tegak di waktu yang akan datang. Jika orang Barat saja percaya Khilafah akan kembali tegak, mengapa sebagian kaum Muslim menyangsikan kehadirannya? Akan adanya kembali Khilafah Rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah yang kedua telah dikabarkan oleh Rasulullah Saw dan umat Islam akan berkuasa telah dijanjikan oleh Allah Swt. Sudah sepatutnya kaum Muslim bersegera bahu-membahu untuk mewujudkannya. Berikut dua berita terkait penulis Rusia dan Amerika yang menyatakan bahwa Khilafah akan kembali tegak.
Khilafah Tahun 2020 Di Dalam Pandangan Seorang Penulis Rusia ..!!
Rilis dari buku “Rusia .. Imperium ketiga”
Akhir-akhir ini, di Rusia telah diterbitkan sebuah buku yang berjudul “Rusia .. Kekaisaran ketiga,” ditulis oleh “Michael Ioreyev“, direktur sebuah perusahaan Rusia dan Wakil Presiden Rusia Union of Industrialists dan Wakil Ketua Duma (Rusia Assembly).
Buku tersebut menyingung masa depan Rusia. Pada Coverian dalam buku berisi peta dunia menampilkan beberapa negara dan Eropa terletak di dalam batas-batas dari Rusia.
Penulis mengatakan bahwa ia memperediksi aka nada beberapa Negara Besar di dunia yang akan muncul pada tahun 2020. Saat itu,akan terdapat empat atau lima negara berperadaban ,yaitu Rusia, yang akan menguasai benua Eropa,Cina, Negara Timur Jauh, Negara Khilafah Islam dan Negara konferderasi Amerika yang akan menggabungkan Amerika Utara dan Amerika Selatan. Begipai Negara Islam.
Penulis tidak bisa memastikan bahwa hanya Rusialah yang akan menguasai benua Erofa. Tapi ia meyakini bahwa peradaban Barat pasti akan lenyap. Pasti akan diperangi atau dikuasai oleh beberapa Negara tersebut.
Tentang system yang akan diadopsi oleh Imperium ketiga itu, penulis mengatakan” sisitem itu adalah system kapitalis yang sebenarnya,yaitu sistem yang mampu memproduksi devisa paling besar dan memberikan peluang kerja untuk semua orang.
Sumber: Al-Aqsa.org, 19 Februari 2009
Resensi Buku: Kejatuhan dan Kebangkitan Negara Islam
Dalam bukunya yang terbit di tahun 2008 berjudul “Kejatuhan dan Kebangkitan Negara Islam”, Profesor Noah Feldman di Harvard menyatakan bahwa kemunduran Syariah Islam di masa lalu akan diikuti dengan kebangkitan Syariah Islam, suatu proses yang berakhir pada terbentuknya Khilafah Islam. Feldman adalah salah satu anggota komisi luar negeri New York. Buku-buku karangan dia sebelumnya juga membuat kejutan, seperti “Paska Jihad: Amerika dan Perjuangan Demokrasi Islam” (2003), “Hutang Kita Kepada Iraq: Perang dan Etika Membangun Negara” (2004), dan “Dipisah oleh Tuhan: Problema Pemisahan Negara dan Agama di Amerika — Apa yang Harus Kita Lakukan” (2005).
Bagi Feldman, beberapa kondisi tertentu diperlukan untuk memenuhi proses kebangkitan. Negara Islam akan menerapkan keadilan bagi umat, namun Negara tersebut tidak bisa dibangun dengan menerapkan sistem lama begitu saja, tapi harus mengenalkan sistem yang baru.
Tesis Feldman memerlukan perhatian khusus. Pada awal abad ke 21, dunia termasuk dunia Islam dan Timur Tengah akan mengalami perombakan. Apa peran Islam dalam perubahan tersebut? Pertanyaan ini perlu dijawab.
Pengalaman sejarah kita menunjukkan bahwa keruntuhan institusi politik yang besar dan mapan seperti Uni Soviet dan sistem Kerajaan-Kerajaan masa lalu biasanya tidak bisa dibangkitkan lagi. Kecuali hanya ada dua: Struktur Demokrasi sebagai kelanjutan dari Imperium Romawi, dan Negara Islam. Siapapun yang jeli memonitor situasi dunia Islam dari Maroko ke Indonesia akan melihat bahwa loyalitas masyarakat terhadap Islam tidak berubah meskipun kebobrokan administrasi dan kesewenang-wenangan kekuasaan banyak sekali terjadi di sana. Walaupun faktanya para pimpinan mereka gagal untuk menerapkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya dan tenggelam dalam budaya korupsi dan kepalsuan, mereka masih mampu berkuasa dengan menggunakan tongkat represif. Ulama Islam yang sejati dan Hakim seperti masa sebelumnya sudah tidak ada lagi atau tidak lagi berfungsi untuk menghentikan kesewenang-wenangan penguasanya. Namun demikian, sebagaimana diyakini oleh Feldman, saat ini Islam akan kembali dengan wajah yang berbeda dibandingkan yang dikenal dalam masa sebelumnya.
Feldman berargumentasi bahwa pergerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir menghargai demokrasi. Ketika lobi Yahudi berusaha menampilkannya sebagai organisasi teroris, Hamas sebenarnya menghormati keabsahan demokrasi. Di Turki, partai politik Islam atau partai pro Islam sudah lama berdiri sejak tahun 1969 dalam kancah politik dan keluar masuk panggung kekuasaan melalui pemilu.
Dalam menghadapi tantangan dunia modern, Muslim mampu menahan upaya restorasi radikal dan kuat tanpa meninggalkan akar tradisi mereka. Model ‘Walayat al-Faqih’ (Komite Ahli Hukum Islam) yang dikenalkan di Iran setelah revolusi Islam pada tahun 1979 perlu didiskusikan dan ditinjau secara mendalam. Salah satu prioritas penting dalam dunia Islam adalah pemecahan masalah keseimbangan kekuasaan dan penegakkan hukum. Sejak masa Nabi Muhammad, penguasa Muslim berusaha keras untuk meyakinkan masyarakat tentang keabsahannya dengan melarang semua hal yang dinyatakan sebagai haram, namun di masa sekarang penekanan pada aspek kebebasan menjadi lebih penting. Keberhasilan di aspek ini oleh Dunia Islam tidak saja akan menguntungkan dunia Islam, tapi juga Dunia Barat.
Feldman juga menekankan bahwa di masa lalu, ulama yang menafsirkan Syariah adalah pemegang peran dalam mengontrol lembaga eksekutif; namun, menurutnya, peran ini dihancurkan oleh reformasi yang belum selesai dna fenomena Tanzimat yang ditemukan pada masa Ottoman. Akibatnya, ketiadaan lembaga yang mengontrol penguasa mengakibatkan kesewenang-wenangan yang memonopoli sistem administrasi. Feldman juga menyebutkan bahwa Khilafah Ottoman berutang kepada Dunia Barat sehingga ia berada dalam tekanan untuk melakukan reformasi. Akibatnya, sistem keadilan dan para ulama Islam akhirnya diganti dengan lembaga baru, sehingga runtuhlah kekhalifahan Islam. Kekuatan penjajah imperialis seperti Inggris dan Perancis akhirnya berhasil masuk.
Akan tetapi, Feldman juga melihat bahwa lembaran baru di abad 21 akan tiba dengan kembalinya Islam meskipun kekuatan politiknya sempat runtuh di tahun 1924 dan para ulamanya yang berperan sebagai pengawal Syariah sempat dipinggirkan dan disingkirkan.
Sumber: World Bulletin, 30 Januari 2009