Mencoba untuk mengurai dan mengkomparasikan antara dua masa kepemimpinan pada waktu yang berbeda yaitu SBY dalam konteks realitas masa kini dan Umar Bin Abdul Aziz dalam konteks realitas masa silam. Membanding antara kedua pemimpin tersebut bukanlah sebagaimana pemahaman kebanyakan orang yaitu membandingkan antara yang satunya manusia dan satunya malaykat tentunya pernyataan ini perlu di koreksi sebab bagaimana pun juga Umar Bin Abdul Azis adalah manusia biasa seperti manusia pada umumnya yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan seperti merasakan lapar, haus, menikah, makan, bekerja, beribadah, sedih..dll. Jadi tepatnya membandingkan kedua sosok tersebut adalah membandingkan antara manusia dengan manusia yang tentunya dalam kapasitasnya sebagai pemimpin sebuah negara, memimpin masyarakat yang heterogen baik ragam agama, ragam etnis, ragam budaya, ragam bangsa dll. Serta yang terpenting dari sebuah kepemimpinan adalah harus berangkat dari filosofi penggembala, sebagaimana Sabda Rasul SAW :
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Oktober 2011
Minggu, 16 Oktober 2011
7 Kelemahan UU Intelijen versi Masyarakat
Jakarta - UU Intelijen disahkan DPR Senin lalu. Namun, berbagai pasal krusial langsung mendapat kritik dari masyarakat. Dari persoalan definisi, tugas hingga ruang lingkup intelijen dan sanksi pidananya. Berikut sedikitnya tujuh kelemahan UU Intelijen yang terangkum dalam diskusi di Komisi Informasi Pusat (KIP), Jl Abdul Muis, Jakarta, Jumat (14/10/2011). Acara ini sendiri dihadiri KIP, tokoh masyarakat dan berbagai LSM yang tergabung dalam koalisi Advokasi UU Intelijen seperti Imparsial dan Elsam.
Sementara Komisi I DPR yang diundang tidak hadir tanpa alasan hingga diskusi selesai.
Sementara Komisi I DPR yang diundang tidak hadir tanpa alasan hingga diskusi selesai.
Minggu, 27 Februari 2011
Hizbut Tahrir dan Pemboikotan Media Massa
Di tengah-tengah kaum Muslim berlangsung berbagai insiden mengejutkan dan tiba-tiba, yang terjadinya tidak terbayangkan sebelumnya oleh kebanyakan orang. Menyaksikan berbagai insiden ini, ada sebagian orang yang bertanya-tanya, di mana Hizbut Tahrir terkait apa yang terjadi di tengah-tengah kaum Muslim ini? Bagaimana sikapnya terkait berbagai insiden ini? Mengapa media massa sama sekali tidak mempublikasikan informasi yang menunjukkan sikap dan aktivitas Hizbut Tahrir? Mengapa gerakan-gerakan yang lain tampil dalam berbagai insiden yang terjadi di tengah-tengah kaum Muslim, sementara Hizbut Tahrir tidak tampil sebagaimana gerakan-gerakan yang lain ini? Mengapa Hizbut Tahrir tidak memimpin masyarakat dengan idenya (ide Khilafah), sebagaimana gerakan-gerakan yang lain memimpin masyarakat dengan slogan-slogan kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia?
Senin, 21 Februari 2011
Gelora Seruan Revolusi dari Masjid Al-Aqsa untuk Seluruh Negeri Muslim & Para Tentaranya agar Bersegera Menegakkan Khilafah
Syabab.Com - Dalam suasana angin perubahan yang tertiup di negeri-negeri Muslim, termasuk di kawasan Arab, kaum Muslim Palestina memenuhi seruan Hizbut Tahrir Palestina menyerukan kaum Muslim melakukan perubahan mendasar usai Shalat Jumat di komplek Masjid Al-Aqsa Baitul Maqdis Palestina, Jumat, 18/02/2011.
Di salah satu gerbang di depan Dome of the Rock terpampang spanduk besar bertuliskan "Umat Menginginkan Khilafah Islamiyyah". Ribuan kaum Muslim bersama para pemuda Hizbut Tahrir tersebut meninggikan panji-panji hitam dan putih bertuliskan kalimah tauhid serta beberapa poster yang menyampaikan pesan "Tidak untuk Demokrasi, Ya untuk Khilafah".
Di salah satu gerbang di depan Dome of the Rock terpampang spanduk besar bertuliskan "Umat Menginginkan Khilafah Islamiyyah". Ribuan kaum Muslim bersama para pemuda Hizbut Tahrir tersebut meninggikan panji-panji hitam dan putih bertuliskan kalimah tauhid serta beberapa poster yang menyampaikan pesan "Tidak untuk Demokrasi, Ya untuk Khilafah".
Rabu, 16 Februari 2011
Seruan Hizbut Tahrir kepada Dewan Agung Militer Mesir
بسم الله الرحمن الرحيم
Penjaga Camp David Yang Kedua pun Jatuh!
Hari ini jatuh dan terusir pula lah Hosni Mubarak, pewaris Sadat dalam menjaga Camp David, yang memelihara pasal-pasalnya, dan yang melaksanakannya sebagai pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin …
Minggu, 13 Februari 2011
Mubarak Jatuh, Aljazair Waspada
Imbas lengsernya Presiden Mesir Hosni Mubarak membikin Pemerintah Aljazair waspada. Maka, pada Sabtu (12/2/2011) Pemerintah Aljazair menyiapkan ribuan aparat keamanan untuk mencegah aksi unjuk rasa kelompok prodemokrasi.
Sebelumnya pemerintah melarang aksi demonstrasi di ibu kota Aljazair, Algiers. Namun, kelompok oposisi dan sejumlah pegiat hak asasi manusia bergeming. “Kami sudah siap untuk melakukan aksi ini,” kata juru bicara partai oposisi Aksi untuk Kebudayaan dan Demokrasi (RCD), Mohsen Belabes.
“Ini akan menjadi hari yang luar biasa bagi kehidupan berdemokrasi di Aljazair,” ucapnya.
Mereka mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menuntut kondisi kehidupan yang lebih baik dan kebebasan yang jauh lebih besar bagi masyarakat di negara tesebut.
Sebelumnya pemerintah melarang aksi demonstrasi di ibu kota Aljazair, Algiers. Namun, kelompok oposisi dan sejumlah pegiat hak asasi manusia bergeming. “Kami sudah siap untuk melakukan aksi ini,” kata juru bicara partai oposisi Aksi untuk Kebudayaan dan Demokrasi (RCD), Mohsen Belabes.
“Ini akan menjadi hari yang luar biasa bagi kehidupan berdemokrasi di Aljazair,” ucapnya.
Mereka mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menuntut kondisi kehidupan yang lebih baik dan kebebasan yang jauh lebih besar bagi masyarakat di negara tesebut.
Iran Cium Rencana Barat untuk Memicu Kerusuhan di Teheran
Iran-Amerika
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-- Mata-mata Barat mencari seseorang yang terbelakang secara mental untuk membakar dirinya sendiri dan memicu kerusuhan di Iran seperti yang terjadi di sejumlah negara Arab, kata kepala milisi berkuasa di Iran pada Ahad.
Komandan Mohammad Reza Naghdi, yang memimpim milisi berjumlah ratusan ribu relawan yang ditakuti di Iran, Basij, mengatakan beberapa badan intelijen Barat ingin memicu kejadian di Iran seperti Mesir dan Tunisia.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-- Mata-mata Barat mencari seseorang yang terbelakang secara mental untuk membakar dirinya sendiri dan memicu kerusuhan di Iran seperti yang terjadi di sejumlah negara Arab, kata kepala milisi berkuasa di Iran pada Ahad.
Komandan Mohammad Reza Naghdi, yang memimpim milisi berjumlah ratusan ribu relawan yang ditakuti di Iran, Basij, mengatakan beberapa badan intelijen Barat ingin memicu kejadian di Iran seperti Mesir dan Tunisia.
Ribuan Muslim London Dukung Perubahan Nyata Rezim Mesir dengan Sistem Khilafah
Syabab.Com - Lebih dari sekitar tiga ribu orang, baik laki-laki, perempuan, tua, muda termasuk anak-anak berbaris di jantung masyarakat Arab di London, berjalan dari Edgware Road menuju ke Kedutaan Besar Mesir, dalam sebuah aksi yang diorganisir oleh Hizbut Tahrir Inggris, Sabtu, 05/02/2011.
Para demonstran menjukkan dukungan mereka bagi rakyat Mesir, Yordania, Yaman, dan negeri-negeri Muslim lainnya menyerukan penghapusan sistem korup dan sistem berkuasa yang menindas mereka.
Kaum Muslim di London tersebut juga menentang campur tangan Barat di dunia Muslim, di mana rezim-rezim ini didukung Barat selama beberapa dekade.
Kaum Muslim di London tersebut juga menentang campur tangan Barat di dunia Muslim, di mana rezim-rezim ini didukung Barat selama beberapa dekade.
Langganan:
Postingan (Atom)








