Jumat, 11 Februari 2011

PELAJARAN DARI TUNISIA DAN MESIR

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi

Sejak tumbangnya rezim Zine Al-Din ben Ali di Tunisia, pergolakan politik yang hangat kemudian menjalar ke negeri-negeri Islam lainnya seperti Yordania, Yaman, dan Mesir.

Ada pelajaran-pelajaran penting yang dapat kita tarik dari fenomena ini. Pelajaran ini sebagiannya merupakan fenomena positif, yakni sesuatu yang baik dan menjadi harapan kita. Namun sebagiannya negatif, yakni menunjukkan kelemahan dan penyimpangan dari norma Islam ideal.

Kamis, 10 Februari 2011

Elaine Atkinson, Feminis yang Memutuskan Menjadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Penonton televisi Channel4 yang populer di Inggris terkejut pada natal tahun lalu. Setelah ratu Elizabeth II menyampaikan pesan Natal, tak berselang lama muncul seorang wanita bercadar yang mengucapkan "pesan Natal alternatif". Ia hanya diidentifikasi sebagai Khadijah.

Dari suaranya, pemirsa menebak-nebak siapa wajah dibalik cadar itu. Dari logat Inggrisnya yang kental, dipastikan dia adalah keturunan Inggris, bukan imigran. Tampil dalam acara yang dipandu Jack Straw, ia mengkritik mereka yang berpandangan salah tentang jilbab, dan menyebut jilbab justru perisai bagi kaum wanita.

Jurnalis AS, Cooper: Mubarak Berdiri di Atas Darah Rakyatnya

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Sikap ngotot Hosni Mubarak, Kamis, yang menyatakan tak ingin mundur bukan hanya membuat berang rakyat Mesir. Jurnalis, pengarang dan anchor sebuah tayangan berita terkenal di CNN, Anderson Cooper 360° , Anderson Cooper, juga mengecam dan mengeluarkan reaksi keras terhadap pidato Mubarak.

Dalam acara yang tayang di jam utama, itu Cooper berkata kepada Wolf Blitzer dari CNN. "Itu tamparan keras di wajah,".

Kamis, 03 Februari 2011

Revolusi Mesir


Revolusi Mesir - Terjawab sudah siapa yang berada di balik revolusi yang bertujuan menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pihak itu tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat (AS).

Skenario itu telah disusun Washington dengan bertema “perubahan rezim” selama tiga tahun terakhir. Skenario itu sangat matang hingga meledak setelah kesuksesan Revolusi Melati yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali.

Harian Daily Telegraph terbitan Inggris menyebutkan, AS diam-diam mendukung para pemimpin gerakan revolusi Mesir. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kairo pernah membantu seorang anak muda anti-pemerintah untuk menghadiri konferensi para aktivis AS.