Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Libya's Gaddafi given ultimatum

As Col Muammar Gaddafi's forces take on rebel strongholds in the east of Libya, suspicion and misinformation pervades life in the capital. One Tripoli resident - who did not want to be identified for his own safety - describes the latest scenes in the capital.

Every day at 1400 (1200 GMT) on the dot, our neighbour's 15-year-old son, Mohamed, delivers a bag full of bread to us: a ritual of "help thy neighbour" that seems to give comfort in these confusing and scary times in the capital.

Selasa, 15 Februari 2011

Bank Dunia: 44 Juta Orang Jatuh ke Jurang Kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Kenaikan harga pangan telah mendorong sekitar 44 juta orang jatu ke dalam kemiskinan di negara berkembang sejak Juni lalu, Bank Dunia memperingatkan Selasa. Biaya makanan terus meningkat mendekati tingkat pada 2008, ketika lonjakan harga pangan dan minyak telah berdampak buruk bagi masyarakat miskin, pemberi pinjaman pembangunan mengatakan, mencatat angkanya yang dirilis menjelang pertemuan kepala keuangan Kelompok 20 minggu ini.

Sabtu, 12 Februari 2011

Mubarak Lengser Sukacita Mewarnai Seluruh Mesir

Mayor Jenderal Omar Suleiman mengatakan bahwa Hosni Mubarak mengundurkan diri dari kursi kepresidenan di Mesir, dan Dewan Agung memerintahkan angkatan bersenjata untuk menjalankan urusan negara.

Wakil Presiden, Mayor Jenderal Omar Suleiman menyampaikan pernyataan dari gedung  televisi sebagai berikut:
“Dalam iklim yang menghantui negeri saat ini, Presiden Mohammed Hosni Mubarak memutuskan untuk melepaskan jabatan Presiden. Selanjutnya Dewan Agung memerintahkan angkatan bersenjata untuk menjalankan urusan negara. Semoga Allah memberkati dan memberi pertolongan.”

Kamis, 10 Februari 2011

Jurnalis AS, Cooper: Mubarak Berdiri di Atas Darah Rakyatnya

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Sikap ngotot Hosni Mubarak, Kamis, yang menyatakan tak ingin mundur bukan hanya membuat berang rakyat Mesir. Jurnalis, pengarang dan anchor sebuah tayangan berita terkenal di CNN, Anderson Cooper 360° , Anderson Cooper, juga mengecam dan mengeluarkan reaksi keras terhadap pidato Mubarak.

Dalam acara yang tayang di jam utama, itu Cooper berkata kepada Wolf Blitzer dari CNN. "Itu tamparan keras di wajah,".