Tidak sedikit para ulama yang menentang dan berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad (MGA) agar ia bertaubat dan menghentikan dakwah yang dibawanya itu. Namun, usaha itu tidak juga membuat pemimpin Ahmadiyah ini surut dalam menyebarkan dakwahnya.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Februari 2011
Kematian Tragis Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad
Tidak sedikit para ulama yang menentang dan berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad (MGA) agar ia bertaubat dan menghentikan dakwah yang dibawanya itu. Namun, usaha itu tidak juga membuat pemimpin Ahmadiyah ini surut dalam menyebarkan dakwahnya.
Selasa, 24 Agustus 2010
Surat Ummu Taqi dari Gaza
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Akhwat dan Ikhwan sekalian yang saya cintai, pada kesempatan ini saya ingin mengirimkan salam dari akhwat dan ikhwan di Gaza. Dengarlah situasi yang kami hadapi dan ceritakan ini pada semua orang yang anda kenal dan tidak anda kenal.
Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya mereka tidak hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi mereka menyerang umat Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan harapan bahwa mereka akan dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan Islam dan umat Muhammad SAW.
Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas Al Aqsa yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah kepadaku jika saya katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur Tengah.
Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya Allah. Insya Allah.
Situasi yang kami hadapi ini sungguh-sungguh mencekam tetapi Iman kami masih kuat Alhamdulillah, walaupun kami tidak memiliki air, dan apabila memang ada, maka air itu sudah tercemar dan mengandung penyakit. Kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Apabila kita menemukan uang untuk membeli dari penjualnya maka sangat berbahaya bagi kami untuk bepergian untuk mendapat pasokan air ya
Senin, 16 Agustus 2010
Peta Global Perjuangan Menegakkan Khilafah
Peta Perjuangan
Perjuangan menegakkan Khilafah sudah mulai begitu Khilafah dihapuskan pada 1924. Di Hejaz tahun 1925 dan 1926 sempat diadakan konferensi Khilafah. Namun, gaung perjuangan ini tertutupi situasi dunia saat itu: Depresi Ekonomi 1930-an, Perang Dunia ke-2, berdirinya Negara Zionis Israel, upaya melepaskan diri dari penjajahan pada negeri-negeri Muslim di era 1960-an, dan Perang Dingin dari tahun 1960-1970-an.
Kegagalan yang bertubi-tubi pada persoalan Palestina, invasi Uni Soviet ke Afganistan tahun 1980 dan persoalan di Balkan (Bosnia) tahun 1991 telah memulai gelombang kesadaran baru di tengah umat Islam tentang perlunya kesatuan politik Islam global.
Dari sinilah kemudian gelombang dakwah Islam yang lebih fokus pada penegakan syariah dan Khilafah meluncur bak bola salju.
Ramadhan di Masa Rosulullah saw dan Khilafah
Realitas Ramadhan Di Masa Nabi saw
Realitas bulan suci Ramadhan di masa Nabi saw dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Bulan Ramadhan tahun ke 2 Hijriyyah, Nabi saw dan para shahabat untuk pertama kali melaksanakan kewajiban puasa fardlu di bulan suci Ramadhan. Pada tahun yang sama, Nabi saw dan kaum Muslim menunaikan zakat fithrah dan mengerjakan sholat Iedul Fithriy untuk yang pertama kali.
2. Suasana Ramadhan di masa Nabi saw dipenuhi suasana ibadah, perjuangan, dan taqarrub kepada Allah swt. Nabi saw mendorong kaum Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mengisi bulan itu dengan memperbanyak amal kebajikan. Pasalnya, syahr ash-shiyaam adalah bulan dimana Allah swt melipatgandakan pahala ibadah dan amal kebajikan kaum Muslim.
3. Tidak hanya memperbanyak mengerjakan ibadah-ibadah mahdlah saja, seperti sholat tarawih, membaca Al Quran, sedekah, dzikir, dan lain-lain, namun, bulan suci Ramadhan di masa Nabi saw juga diisi dengan aktivitas jihad untuk memerangi orang-orang kafir. Tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriyah, Nabi saw dan para shahabat berperang melawan pasukan Quraisy di Badar (Perang Badar al-Kubra). Peperangan ini berhasil dimenangkan secara gemilang oleh kaum Muslim. Pada tanggal 10 Ramadhan 8 Hijriyah, beliau saw dan para shahabat menaklukkan kota Mekah.
Tradisi Ramadhan di masa Rasulullah saw terus dipelihara dan dilanjutkan hingga generas-generasi berikutnya.
Pada masa Khulafaur Rasyidin, suasana Ramadhan tidak ubahnya dengan suasana Ramadhan di era Nabi saw. Namun, wilayah kekuasaan Islam semakin meluas dan jumlah kaum Muslim semakin bertambah banyak. Suasana Ramadhan pun semakin marak dan pengaruhnya semakin menyebar ke seluruh penjuru dunia. Realitas di bawah ini setidaknya bisa menggambarkan suasana Ramadhan di masa Khulafaur Rasyidin.
1. Setiap akhir bulan Sya’ban dan Ramadhan, para shahabat memantau hilal untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan sebagaimana perintah Nabi Mohammad saw. [HR. Imam Abu Dawud]
2. Memulai dan mengakhiri puasa secara serentak pada hari yang sama untuk wilayah-wilayah dekat. Sedangkan untuk wilayah yang jauh dibiarkan mengawali dan mengakhiri puasa sama dengan pusat kota, dikarenakan adanya kesulitan dalam mendistribusikan informasi rukyat. [Kasyf al-Ghammah 'An Jamii' al-Ummah, juz 1/250]
3. Para Khalifah berkhuthbah di hadapan masyarakat pada malam pertama bulan Ramadhan. Jika malam pertama bulan Ramadhan telah masuk, Khalifah Umar bin Khaththab ra segera sholat Maghrib dan berkhuthbah di hadapan masyarakat. [Mushannaf 'Abdur Razaq, juz 4/264]
4. Pada masa Umar bin Khaththab, kaum Muslim menyelenggarakan sholat tarwih di masjid secara berjama’ah dipimpin oleh seorang imam. Beliau juga mengirim surat kepada para wali agar mereka menyelenggarakan sholat tarwih secara berjama’ah di masjid. [Imam Nawawiy, al-Majmuu', juz 3/527]. Adapun pada masa Nabi saw dan Abu Bakar ra, kaum Muslim mengerjakan sholat tarwih secara beragam, ada yang sendirian dan ada pula yang berjama’ah.
5. Umar bin Khaththab ra menyalakan pelita di masjid sepanjang malam pada bulan Ramadhan. [Imam Suyuthiy, Tarikh al-Khulafaa`, hal. 128]
6. Para khalifah dan kaum Muslim menyediakan makanan untuk berbuka puasa bagi shaa`imuun. Tidak hanya itu saja, mereka juga memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Umar bin Khaththab ra membangun sebuah rumah untuk tamu, orang yang kehabisan bekal di jalan, serta orang-orang yang membutuhkan. [Majalah al-Khilafah al-Islaamiyyah, hal. 7]
7. Mengkhatamkan al-Quran. Di bulan Ramadhan, para shahabat dan sebagian tabi’un mengkhatamkan al-Quran, selepas Isya’ hingga 1/4 malam. Dalam sehari mereka bisa mengkhatamkan al-Quran sekali atau dua kali. Utsman bin ‘Affan, Tamim ad Dariy, dan Sa’id bin Jabir mengkhatamkan al-Quran dalam waktu satu hari satu malam. Mujahid mengkhatamkan al-Quran antara waktu Maghrib dan Isya’, setiap malam bulan Ramadhan. Manshur bin Zadan mengkhatamkan al-Quran dari Dzuhur hingga Ashar, dan pada bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan al-Quran antara Maghrib dan Isya’ sebanyak dua kali.[Imam Nawawiy, At Tibyan fi Adab Hamlat al-Quran, hal. 47-48]
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/08/ramadhan-di-masa-rosulullah-saw-dan-khilafah/
http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/08/ramadhan-di-masa-rosulullah-saw-dan-khilafah/
Selasa, 10 Agustus 2010
SULTAN ABDUL HAMID II, BENTENG TERAKHIR KHILAFAH ISLAM
Sultan Abdul Hamid II, lahir hari Rabu tgl. 21 September 1842, Beliau diangkat menjadi khalifah pada tanggal 14 Agustus 1876, saat berusia 34 tahun. Dimana kondisi dalam negeri sangat memburuk, gerakan-gerakan sesat yang di dukung negara-negara barat bermunculan di setiap tempat.
Sultan Abdul Hamid II mewarisi Istana Daulama Bahjah dari bapaknya Sultan Abdul Majid. Istana ini sangat luas. Kamar-kamarnya sangat indah dengan perhiasan yang sangat banyak, serta taman istana memanjang sampai Bosfor. Bangunan termegah dengan arsitek ter-modern. Tetapi, Sultan Abdul Hamid tidak tertarik. Sultan yang tawadhu' ini hidup jauh dari hiruk pikuk keramaian, membenci keserakahan dan kesombongan. Ia tinggal di bagian barat negeri istambul, di sebuah istana yang sederhana, istana Yaldar. Disinilah, pusat pemerintahan dan alat kontrol seluruh aktivitasnya.
Sultan sangat disiplin dalam menjalankan sholat, soleh dan istiqamah. Di istana yang sederhana itulah ia tinggal selama 25 tahun. Beliau sangat cemas dengan kondisi yang terjadi pada saat itu, dimana konspirasi timbul dari dalam dan luar negeri, yang mengancam eksistensi khilafah Islam. kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh musuh-musuhnya. mereka merencanakan makar, menjatuhkan mental Sultan dengan berbagai macam tuduhan. Tuduhan itu tidak mempunyai dasar sama sekali. Disebutkan pada mudzakirohnya, bahwa sultan terkenal dengan sifat pemaaf, dan akhlaq inilah yang beliau ikuti untuk memperbaiki manusia.
Sultan abdul Majid, bapaknya, mewariskan sistem pemerintahan yang dipengaruhi sistem romawi. Keputusan2 negara lebih banyak ditangani Perdana menteri Rasyid Basya yang aktif pada organisasi Freemasonry Yahudi.
Penggantinya Sultan Abdul Aziz, juga mengikuti pola pendahulunya. Hal ini bisa diketahui dengan kuatnya dominasi Gerakan turki muda yang dikendalikan Freemasonry Internasional. gerakan inilah yang menjatuhkan Sultan Abdul Majid dan menggannya dengan Sultan Murad, seorang tokoh Freemasonry juga. Kegoncangan Khilafah Utsmaniyah begitu hebat, mengakibatkan Sultan Murag yang cuma memerintah 93 hari ini menjagi hilang ingatannya.
Maka, Kesultanan digantikan oleh Sultan Abdul Hamid II.
Tatkala Sultan memegang kekhalifahan, kekuasaannya meliputi daerah Balkan, Kep. Anadhol, Kep. Yunani, Syiria, Libanon, Palestina, Yordania, Irak, Iran dan pesisir Afrika.
Kekuasaan Sultan di daerah lain hanya sekedar nama & simbol saja. Yaman dan Jazirah Arab tidak tunduk secara utuh. begitu juga Mesir dan Kubrus.
Ketika beliau memerintah th. 1876, penduduk Bosnia Herzegovina (Yugoslavia) keluar dari kekhalifahan. Mereka mengalahkan tentara Turki dan mengepung Monte Negro. negeri Arab mengumumkan perang dng kekuatan yg tersusun rapi.
Rusia bergerak ke arah Aya Sofia, berusaha menjatuhkan Sultan Abdul Hamid dan menguasai daerah2 yang vital. Sedangkan negara2 lain mengadakan muktamar di istambul yang menghasilkan suatu keputusan bahwa negara2 Eropa merelakan Rusia menguasai negeri2 yang dikehendakinya. Muktamar ini dihadiri oleh Madhat Basya dan antek2 Inggris. dan ruh permusuhan salib telah tertanam pada para peserta muktamar.
Sultan Abdul Hamid mewarisi hutang yang banyak. kekayaan negara semakin berkurang, hasil produksi tidak berjalan baik, dan Sultan menuju ambang kehancuran dari dalam.
Dalam kondisi seperti ini, sultan menjalankan peranannya dan mengatur siasat secara cerdik dalam menghadapi konspirasi mengeroyok Khalifah Utsmaniyah. Beliau berusaha memecah belah negara2 Eropa yg lain.
Setelah Yahudi Internasional melalui gerakan Freemasonry berusaha memasuki Palestina, salah seorang wakil dari mereka dr. Hertzel datang ke Sultan dng berbagai tawaran yang menggiurkan supaya bisa menguasai Palestina. Tapi Sultan menolak dengan jawaban yang terkenal :
"Dr. Hertzel, berhati2lah! Jangan teruskan lebih lanjut langkah anda itu, karena aku tidak akan memeberi sejengkal tanahpun di Palestina. Tanah ini bukan milik pribadiku, tetapi TANAH UMAT ISLAM yang diperoleh dengan darah dan jiwa mereka. Hingga suatu hari kalian bisa merobek2 kekuasaanku. Tapi, hal itu tidak mungkin terjadi selama aku masih hidup"
Karena konspirasi Internasional begitu hebat, sementara negara2 Arab-pun mulai terhasut oleh ghozwul fikri musuh2 Islam yang mengakibatkan mereka lebih cenderung pada nasionalisasi Arab.
Senin tgl. 13 Maret 1924, Khilafah islam se-dunia akhirnya jatuh. dengan berakhirnya Kekhalifahan ini, lenyaplah ikatan Islam, kesatuan Islam, setidak2nya sampai saat ini.
Namun, sejarah mencatat Sultan Abdul Hamid II, sebagai benteng terakhir kekhalifahan ini telah berusaha keras menjaga keutuhan Daulah islam dari segala bentuk konspirasi, fitnah dan cobaan.
Semoga Allah memberkati Sultan Abdul Hamid II atas usahanya yang begitu gigih membangun khilafah yang menyatukan umat dalam suatu sistem pemerintahan Islam se-dunia. (Oleh Arlina Mujahidah)
Sultan Abdul Hamid II mewarisi Istana Daulama Bahjah dari bapaknya Sultan Abdul Majid. Istana ini sangat luas. Kamar-kamarnya sangat indah dengan perhiasan yang sangat banyak, serta taman istana memanjang sampai Bosfor. Bangunan termegah dengan arsitek ter-modern. Tetapi, Sultan Abdul Hamid tidak tertarik. Sultan yang tawadhu' ini hidup jauh dari hiruk pikuk keramaian, membenci keserakahan dan kesombongan. Ia tinggal di bagian barat negeri istambul, di sebuah istana yang sederhana, istana Yaldar. Disinilah, pusat pemerintahan dan alat kontrol seluruh aktivitasnya.
Sultan sangat disiplin dalam menjalankan sholat, soleh dan istiqamah. Di istana yang sederhana itulah ia tinggal selama 25 tahun. Beliau sangat cemas dengan kondisi yang terjadi pada saat itu, dimana konspirasi timbul dari dalam dan luar negeri, yang mengancam eksistensi khilafah Islam. kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh musuh-musuhnya. mereka merencanakan makar, menjatuhkan mental Sultan dengan berbagai macam tuduhan. Tuduhan itu tidak mempunyai dasar sama sekali. Disebutkan pada mudzakirohnya, bahwa sultan terkenal dengan sifat pemaaf, dan akhlaq inilah yang beliau ikuti untuk memperbaiki manusia.
Sultan abdul Majid, bapaknya, mewariskan sistem pemerintahan yang dipengaruhi sistem romawi. Keputusan2 negara lebih banyak ditangani Perdana menteri Rasyid Basya yang aktif pada organisasi Freemasonry Yahudi.
Penggantinya Sultan Abdul Aziz, juga mengikuti pola pendahulunya. Hal ini bisa diketahui dengan kuatnya dominasi Gerakan turki muda yang dikendalikan Freemasonry Internasional. gerakan inilah yang menjatuhkan Sultan Abdul Majid dan menggannya dengan Sultan Murad, seorang tokoh Freemasonry juga. Kegoncangan Khilafah Utsmaniyah begitu hebat, mengakibatkan Sultan Murag yang cuma memerintah 93 hari ini menjagi hilang ingatannya.
Maka, Kesultanan digantikan oleh Sultan Abdul Hamid II.
Tatkala Sultan memegang kekhalifahan, kekuasaannya meliputi daerah Balkan, Kep. Anadhol, Kep. Yunani, Syiria, Libanon, Palestina, Yordania, Irak, Iran dan pesisir Afrika.
Kekuasaan Sultan di daerah lain hanya sekedar nama & simbol saja. Yaman dan Jazirah Arab tidak tunduk secara utuh. begitu juga Mesir dan Kubrus.
Ketika beliau memerintah th. 1876, penduduk Bosnia Herzegovina (Yugoslavia) keluar dari kekhalifahan. Mereka mengalahkan tentara Turki dan mengepung Monte Negro. negeri Arab mengumumkan perang dng kekuatan yg tersusun rapi.
Rusia bergerak ke arah Aya Sofia, berusaha menjatuhkan Sultan Abdul Hamid dan menguasai daerah2 yang vital. Sedangkan negara2 lain mengadakan muktamar di istambul yang menghasilkan suatu keputusan bahwa negara2 Eropa merelakan Rusia menguasai negeri2 yang dikehendakinya. Muktamar ini dihadiri oleh Madhat Basya dan antek2 Inggris. dan ruh permusuhan salib telah tertanam pada para peserta muktamar.
Sultan Abdul Hamid mewarisi hutang yang banyak. kekayaan negara semakin berkurang, hasil produksi tidak berjalan baik, dan Sultan menuju ambang kehancuran dari dalam.
Dalam kondisi seperti ini, sultan menjalankan peranannya dan mengatur siasat secara cerdik dalam menghadapi konspirasi mengeroyok Khalifah Utsmaniyah. Beliau berusaha memecah belah negara2 Eropa yg lain.
Setelah Yahudi Internasional melalui gerakan Freemasonry berusaha memasuki Palestina, salah seorang wakil dari mereka dr. Hertzel datang ke Sultan dng berbagai tawaran yang menggiurkan supaya bisa menguasai Palestina. Tapi Sultan menolak dengan jawaban yang terkenal :
"Dr. Hertzel, berhati2lah! Jangan teruskan lebih lanjut langkah anda itu, karena aku tidak akan memeberi sejengkal tanahpun di Palestina. Tanah ini bukan milik pribadiku, tetapi TANAH UMAT ISLAM yang diperoleh dengan darah dan jiwa mereka. Hingga suatu hari kalian bisa merobek2 kekuasaanku. Tapi, hal itu tidak mungkin terjadi selama aku masih hidup"
Karena konspirasi Internasional begitu hebat, sementara negara2 Arab-pun mulai terhasut oleh ghozwul fikri musuh2 Islam yang mengakibatkan mereka lebih cenderung pada nasionalisasi Arab.
Senin tgl. 13 Maret 1924, Khilafah islam se-dunia akhirnya jatuh. dengan berakhirnya Kekhalifahan ini, lenyaplah ikatan Islam, kesatuan Islam, setidak2nya sampai saat ini.
Namun, sejarah mencatat Sultan Abdul Hamid II, sebagai benteng terakhir kekhalifahan ini telah berusaha keras menjaga keutuhan Daulah islam dari segala bentuk konspirasi, fitnah dan cobaan.
Semoga Allah memberkati Sultan Abdul Hamid II atas usahanya yang begitu gigih membangun khilafah yang menyatukan umat dalam suatu sistem pemerintahan Islam se-dunia. (Oleh Arlina Mujahidah)
Langganan:
Postingan (Atom)







