Minggu, 27 Februari 2011

HTI Desak Karimov Bebaskan 8000 Aktivis HT Uzbekistan

Jakarta. Diktator Uzbekistan Islam Karimov harus belajar dari tragedi yang menimpa penguasa diktator lainnya seperti Ben Ali di Tunisia dan Husni Mubarok di Mesir. Mereka meskipun merasa kuat tetapi akhirnya ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri.


“Karimov harus belajar dari kejatuhan diktator lainnya seperti Ben Ali dan Mubarok yang merasa kuat tetapi akhirnya ditumbangkan rakyatnya sendiri secara hina!” pekik Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Farid Wadjdi saat berorasi menuntut pembebasan lebih dari 8000 aktivis HT Uzbekistan yang ditahan penguasa tiran itu, Kamis (24/2) sore di depan Kedutaan Besar Uzbekistan, Jakarta.


Meski para diktator itu menjilat dan mengabdi secara total kepada tuan imperialisnya. Tetapi saat rakyat marah, mereka tidak dibela tuannya.
“Ketika melihat rakyat marah, Ben Ali ditendang Prancis, Mubarok ditendang Amerika. Tuan-tuan imperialisnya tidak membela padahal sudah puluhan tahun mereka menjilat dan mengabdi. Dan tak lama lagi Karimov akan ditendang tuannya, saat rakyat Uzbekistan marah! Ingat itu!” Farid mengingatkan.
Sebelum hal yang sama juga menimpa Karimov, Farid mengingatkan agar dia segera tobat dan membebaskan sekitar 8000 aktivis Hizbut Tahrir Uzbekistan.

Karena para aktivis itu tidak bersalah. Tanpa kekerasan,mereka memperjuangkan tegaknya syariah dalam bingkai khilafah agar terbebas dari intervensi Rusia atau penjajah lainnya.
“Mereka memperjuangkan kebaikan itu tanpa kekerasan! Karenanya tidaklah layak, anggota HT di mana pun diperlakukan dengan dzalim oleh penguasa,” tegas Farid.

Ratusan pengunjuk rasa pun memekikkan takbir sambil mengacung-acungkan spanduk bertuliskan /Bebaskan Aktivis Hizbut Tahrir Uzbekistan dari Penjara, Mereka Pejuang Khilafah bukan Penjahat!/[] joko prasetyo/mediaumat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar